Powered by Blogger.
Latest Post
12:09
Keinginan Pemerintah untuk mencabut subsidi BBM
sebenarnya sudah terdengar sejak lama, namun keinginan itu baru
bersambut saat Anggota DPR kita pada Senin 17 Juni 2013 kemarin dengan
hasil voting juga menyetujui rencana pemerintah itu. Yang sebenarnya
sidang ketika itu adalah sebuah sandiwara politik belaka, karena
sesungguhnya pemerintah bisa saja kapanpun menaikkan harga BBM tanpa
melalui persetujuan dari DPR terlebih dahulu. Penulis melihat ini
hanyalah bagian dari sandiwara politik, dan teknik lobi pemerintah saja
agar mendapatkan tambahan anggaran untuk Bantuan Langsung Sementara
Masyarakat (BLSM). Karena kalau beracuan pada UU APBN 2013 yang di
sahkan DPR bahwa pemerintah bisa menyesuaikan harga BBM tanpa
persetujuan DPR.
Rakyat Babak Belur, Siapa Yang Untung dan Siapa Yang Babak Belur
Written By __CunG__ on Thursday, 18 July 2013 | 12:09
REZIM PRO ASING,KHIANATI MANDAT RAKYAT
Keinginan Pemerintah untuk mencabut subsidi BBM
sebenarnya sudah terdengar sejak lama, namun keinginan itu baru
bersambut saat Anggota DPR kita pada Senin 17 Juni 2013 kemarin dengan
hasil voting juga menyetujui rencana pemerintah itu. Yang sebenarnya
sidang ketika itu adalah sebuah sandiwara politik belaka, karena
sesungguhnya pemerintah bisa saja kapanpun menaikkan harga BBM tanpa
melalui persetujuan dari DPR terlebih dahulu. Penulis melihat ini
hanyalah bagian dari sandiwara politik, dan teknik lobi pemerintah saja
agar mendapatkan tambahan anggaran untuk Bantuan Langsung Sementara
Masyarakat (BLSM). Karena kalau beracuan pada UU APBN 2013 yang di
sahkan DPR bahwa pemerintah bisa menyesuaikan harga BBM tanpa
persetujuan DPR.
Pemerintah beralasan kenaikan harga BBM dengan
mencabut subsidi BBM harus segera di lakukan mengingat subsidi terus
bertambah sehingga membebani APBN. Dengan kenaikan 2000 untuk premium
dan 1000 untuk bahan bakar jenis Solar, pemerintah berharap bisa
menghemat pengeluaran negara sebesar 21 trilyun.
Tidak cukup itu saja pemerintah juga beralasan
bahwa subsidi BBM selama ini tidaklah tepat sasaran, seharusnya menurut
penilaian pemerintah subsidi di arahkan kepada kalangan bawah. Namun
pemerintah menilai subsidi ini justru di nikmati oleh orang kaya yakni
masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor.
Apakah alasan ini benar pada kenyataannya? Atau
hanya sebuah argumentasi pembenaran untuk mendukung keinginan dan ambisi
pemerintah belaka?
Tapi saya selaku penulis punya anggapan berbeda,
karena BBM adalah hak rakyat untuk menggunakannya. Rakyat Indonesia
tidaklah di bagi-bagi atau terbagi-bagi antara rakyat yang kaya ataupun
yang miskin karena kedua-duanya tetap rakyat Indonesia. Pemerintah
terlalu kerdil apabila menggunakan argumentasi tersebut karena tugas
pemerintah adalah mewujudkan masyarakat sejahtera. Jadi jangan
membeda-bedakan mana si miskin dan si kaya karena keduanya merupakan
tugas dan tanggung jawab pemerintah agar mereka dapat hidup sejahtera
keduanya.
Labels:
HUKUM POLITIK
13:49
Asia sudah bangun!
Lambat laun bangsa-bangsa Asia yang terkungkung itu tentu akan memperoleh kebebasan dan kemerdekaan. Tetapi tidak ada seorang pun yang dapat mengatakan bilamana dan dimana bendera kemerdekaan yang pertama akan berkibar. Siapa yang menyelidiki sedalam-dalamnya perekonomian Timur, politik dan sosiologi akan dapat menunjukkan halkah rantai yang selemah-lemahnya dalam rentengan rantai panjang yang mengikat perbudakan Timur. Indonesialah halkah rantai yang lemah itu. Di Indonesia benteng imperialisme Barat yang pertama dapat ditempur dengan berhasil.
Imperialisme Belanda lebih tua dan lebih kuno dari pada imperialisme Inggris dan Amerika, dipisahkan oleh satu lembah yang tak dapat diseberangi dari jajahannya. Negeri Belanda, karena tidak mempunyai bahan-bahan untuk industrinya, dari dahulu hanya mengusahakan pertanian dan perdagangan.
Penjabaran kapitalnya dari permulaan abad ini ke seluruh Indonesia sangat luasnya.
Tan Malaka - Aksi Masa
Written By __CunG__ on Wednesday, 17 July 2013 | 13:49
Asia sudah bangun!Lambat laun bangsa-bangsa Asia yang terkungkung itu tentu akan memperoleh kebebasan dan kemerdekaan. Tetapi tidak ada seorang pun yang dapat mengatakan bilamana dan dimana bendera kemerdekaan yang pertama akan berkibar. Siapa yang menyelidiki sedalam-dalamnya perekonomian Timur, politik dan sosiologi akan dapat menunjukkan halkah rantai yang selemah-lemahnya dalam rentengan rantai panjang yang mengikat perbudakan Timur. Indonesialah halkah rantai yang lemah itu. Di Indonesia benteng imperialisme Barat yang pertama dapat ditempur dengan berhasil.
Imperialisme Belanda lebih tua dan lebih kuno dari pada imperialisme Inggris dan Amerika, dipisahkan oleh satu lembah yang tak dapat diseberangi dari jajahannya. Negeri Belanda, karena tidak mempunyai bahan-bahan untuk industrinya, dari dahulu hanya mengusahakan pertanian dan perdagangan.
Penjabaran kapitalnya dari permulaan abad ini ke seluruh Indonesia sangat luasnya.
09:06
Renungan Sahur Pertama Ku Dalam Kesulitan Kenaikan BBM
Written By __CunG__ on Thursday, 11 July 2013 | 09:06
Sabar
untuk saudara-saudara ku, karena malam ini dan sampai waktu ke depan ibu kita berada
dalam kondisi yang sabar luar biasa walaupun harus menahan tetesan air mata
dan brusha untuk tidak mengeluh kepada ayah kita, karena sahur pertama tdk
seperti sahur2 sebelumnya karena harga2 kbtuhan pokok melambung naik
tinggi sehingga ibu harus memeras otak utk mengatur gizi kita walaupun
harus dengan, daging dan ayam diganti dg tahu dan tempe krn 1 kg daging = 120 rbu, ayam 1kg = 48 rbu, telur 1 kg =.........,
Sayur mayur hrus sdikit tidak pedas krn 1kg cabe =...........,
Bawang.........., jdi syur kita cukup direbus dg sedikit bumbu dapur,
krn bila ditumis minyak goreng =...........
Untuk kakak sedikit mengalah juga, tanyakan kenapa sayur dan lauk lebih
banyak sedikit untuk adik kita, lihat ibu dan ayah kita apakah merek hanya
bersayurkan kuah dengn sedikit nasi karena Kangkung 1 ikat 3rbu, wortel, sawi, bayem dll = .......... "......" Tidak tega kita menyebutkan harganya "....." tersebut.
07:12
Kejelian KITA kini benar2 sedang di uji....
Yakni dalam memahami seni berperang untuk mencapai kemenangan sempurna, yakni menang dalam pertempuran dan menang dalam perang....
Tahun 2003 Megawati harus di jatuhkan tetapi tidak jatuh 2004 tetap sampai, walaupun mengambil pilihan kudeta senyap yang dilakukan SBY dan JK yang mengundurkan diri sebagai mentri pada waktu itu...
Dan Pemilu 2004 berjalan dengan campur tangan FI, NDI, LSI, melalui perhitungan cepat dan berahir PD boombastis, dan dunia mengakui Demokrasi Indonesia Sukses dgn Pemilu Multy Partai.... SBY.... Hari ini......
Yang Pasti beberapa saat lalu beberapa tokoh islam meminta untuk membubarkan Densus 88 di bubarkan, dan LSM HAM Internasional menyatakan "Penegakan HAM di Indonesia Tidak berjalan dengan baik". Pertanyaannya, Apakah ini ada kaitanya dengan sang Chuck Hagel Sang Anti Israel yang kini berconkol di Pentagon???
Kembali bangsa ini harus di uji :
KITA harus benar2 jeli atau kita kembali mengulangi sejarah, Mahasiswa dipaksa keadaan dan berahir terhadap pembenaran pada "Gerakan Moral Dibandingkan Dengan Gerakan Politik Kebangsaan, kekuatan senjata kembali menjadi alat pengamanan kekuasaan daripada Gerakan Politik Kenegaraan"
Mari sama2 KITA Amati, Siapa yang memenangkan pertarungan ini??? Bangsa inikah yang menang atau rekayasa negara yang kembali bercongkol....
Ingat Bung!!! Permasalahan Bangsa Ini Tak Sekecil Permasalahan Anas Urbaningrum...!!!
Kejelian KITA Kini Benar2 Sedang Di Uji
Written By __CunG__ on Thursday, 7 March 2013 | 07:12
Kejelian KITA kini benar2 sedang di uji.... Yakni dalam memahami seni berperang untuk mencapai kemenangan sempurna, yakni menang dalam pertempuran dan menang dalam perang....
Tahun 2003 Megawati harus di jatuhkan tetapi tidak jatuh 2004 tetap sampai, walaupun mengambil pilihan kudeta senyap yang dilakukan SBY dan JK yang mengundurkan diri sebagai mentri pada waktu itu...
Dan Pemilu 2004 berjalan dengan campur tangan FI, NDI, LSI, melalui perhitungan cepat dan berahir PD boombastis, dan dunia mengakui Demokrasi Indonesia Sukses dgn Pemilu Multy Partai.... SBY.... Hari ini......
Yang Pasti beberapa saat lalu beberapa tokoh islam meminta untuk membubarkan Densus 88 di bubarkan, dan LSM HAM Internasional menyatakan "Penegakan HAM di Indonesia Tidak berjalan dengan baik". Pertanyaannya, Apakah ini ada kaitanya dengan sang Chuck Hagel Sang Anti Israel yang kini berconkol di Pentagon???
Kembali bangsa ini harus di uji :
KITA harus benar2 jeli atau kita kembali mengulangi sejarah, Mahasiswa dipaksa keadaan dan berahir terhadap pembenaran pada "Gerakan Moral Dibandingkan Dengan Gerakan Politik Kebangsaan, kekuatan senjata kembali menjadi alat pengamanan kekuasaan daripada Gerakan Politik Kenegaraan"
Mari sama2 KITA Amati, Siapa yang memenangkan pertarungan ini??? Bangsa inikah yang menang atau rekayasa negara yang kembali bercongkol....
Ingat Bung!!! Permasalahan Bangsa Ini Tak Sekecil Permasalahan Anas Urbaningrum...!!!
16:08
Soedirman
Kecil
Soedirman dilahirkan pada tanggal 24 Januari 1916 di Desa Bodaskarangjati, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Ayahnya bernama Karsid Kartawiradji, seorang mandor tebu pada pabrik gula di Purwokerto. Ibunya bernama Siyem, berasal dari Rawalo, Purwokerto. Mereka adalah keluarga petani. Sejak masih bayi, Soedirman telah diangkat sebagai anak oleh R.Tjokrosunaryo, Asisten Wedana (Camat) di Rembang, Distrik Cahyana, Kabupaten Purbalingga, yang kimpoi dengan bibi Soedirman. Setelah pensiun, keluarga Tjokrosunaryo kemudian menetap di Cilacap. Dalam usia tujuh tahun Soedirman memasuki Hollandsche Inlandsche School (HIS) setingkat Sekolah Dasar di Cilacap. Dalam kehidupan yang sederhana, R. Tjokrosunaryo mendidik Soedirman dengan penuh disiplin. Soedirman dididik cara-cara menepati waktu dan belajar menggunakan uang saku sebaik-baiknya. Ia harus bisa membagi waktu antara belajar, bermain, dan mengaji. Soedirman juga dididik dalam hal sopan santun priyayi yang tradisional oleh Ibu Tjokrosunaryo.
Sejarah Singkat Sang Jendral Sudirman
Written By __CunG__ on Monday, 16 July 2012 | 16:08
Soedirman dilahirkan pada tanggal 24 Januari 1916 di Desa Bodaskarangjati, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Ayahnya bernama Karsid Kartawiradji, seorang mandor tebu pada pabrik gula di Purwokerto. Ibunya bernama Siyem, berasal dari Rawalo, Purwokerto. Mereka adalah keluarga petani. Sejak masih bayi, Soedirman telah diangkat sebagai anak oleh R.Tjokrosunaryo, Asisten Wedana (Camat) di Rembang, Distrik Cahyana, Kabupaten Purbalingga, yang kimpoi dengan bibi Soedirman. Setelah pensiun, keluarga Tjokrosunaryo kemudian menetap di Cilacap. Dalam usia tujuh tahun Soedirman memasuki Hollandsche Inlandsche School (HIS) setingkat Sekolah Dasar di Cilacap. Dalam kehidupan yang sederhana, R. Tjokrosunaryo mendidik Soedirman dengan penuh disiplin. Soedirman dididik cara-cara menepati waktu dan belajar menggunakan uang saku sebaik-baiknya. Ia harus bisa membagi waktu antara belajar, bermain, dan mengaji. Soedirman juga dididik dalam hal sopan santun priyayi yang tradisional oleh Ibu Tjokrosunaryo.
Labels:
SEJARAH
15:51
Banyak orang tidak begitu mengetahui di mana Terusan Kra
(tanah genting Kra) ini, dan apa pentingnya sehingga bisa mengubah geo-ekonomi
global (khususnya Asia Timur). Kita tahu Asia Timur saat ini semakin hari
semakin menjadi pusat ekonomi dunia, seiring dengan semakin turunnya pengaruh
AS sebagai negara adidaya (terutama akibat krisis akhir-akhir ini).
Banyak yang mengatakan bahwa kelompok negara-negara Barat akan segera disaingi oleh kelompok BRIC (Brazil-Russia-India-China). Mereka adalah negara-negara yang sungguh-sungguh mampu berdikari dan punya tradisi otonom dari Barat. Terutama Russia dan China akan bangkit luar biasa. Ini semua mengindikasikan akan terjadinya perubahan geo-ekonomi global secara mendasar dalam waktu dekat ini.
Terusan Thai (sebelumnya disebut Terusan Kra atau Terusan tanah genting Kra) adalah rencana untuk terusan yang akan melewati Thailand selatan untuk mempersingkat transportasi di wilayah tersebut, seperti Terusan Panama dan Terusan Suez. Kemungkinan besarnya pemerintah Thailand akan membuka Terusan Kra pada 2011 mendatang. Thailand menganggarkan dana 21, 2 milyar Dollar AS untuk pengerukan Terusan Kra tersebut.
Tanah Genting KRA
Banyak yang mengatakan bahwa kelompok negara-negara Barat akan segera disaingi oleh kelompok BRIC (Brazil-Russia-India-China). Mereka adalah negara-negara yang sungguh-sungguh mampu berdikari dan punya tradisi otonom dari Barat. Terutama Russia dan China akan bangkit luar biasa. Ini semua mengindikasikan akan terjadinya perubahan geo-ekonomi global secara mendasar dalam waktu dekat ini.
Terusan Thai (sebelumnya disebut Terusan Kra atau Terusan tanah genting Kra) adalah rencana untuk terusan yang akan melewati Thailand selatan untuk mempersingkat transportasi di wilayah tersebut, seperti Terusan Panama dan Terusan Suez. Kemungkinan besarnya pemerintah Thailand akan membuka Terusan Kra pada 2011 mendatang. Thailand menganggarkan dana 21, 2 milyar Dollar AS untuk pengerukan Terusan Kra tersebut.
16:46
Pada artikel sebelumnya kita telah membahas tentang
penghianatan pasal 33 UUD 1945 yang tercoreng atas nama “Amandemen
Undang-Undang Dasar 1945”. Pada Pembahasan sebelumnya juga telah sempat kita
menyinggung tentang Undang-undang Penanaman Modal dan Undang-undang Penanaman
Modal Asing (PMA) sadar ini berdampak salah satunya yakni tentang pertanahan
(Agraria).
Kasus Penghianatan Amandemen Pasal 33 UUD 1945 Terhadap Pertanahan
Written By __CunG__ on Thursday, 5 July 2012 | 16:46
Pada artikel sebelumnya kita telah membahas tentang
penghianatan pasal 33 UUD 1945 yang tercoreng atas nama “Amandemen
Undang-Undang Dasar 1945”. Pada Pembahasan sebelumnya juga telah sempat kita
menyinggung tentang Undang-undang Penanaman Modal dan Undang-undang Penanaman
Modal Asing (PMA) sadar ini berdampak salah satunya yakni tentang pertanahan
(Agraria).
Pada kasus-kasus yang berkembang di masyarakat seperti
sengketa pertanahan adat dalam artikel ini.
Desa Lelilef Sawai dan Gemaf, Kabupaten Halmahera Tengah (Kalteng) adalah wilayah yang kaya akan sumber daya alam. Hal itu terbukti dengan masuknya sejumlah perusahaan dari dalam dan luar negeri yang melakukan eksplorasi tambang Nikel. Salah satunya adalah PT Weda Bay Nikel. Persoalannya, sekitar 195 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di dua desa tersebut merisaukan rencana perluasan eksplorasi perusahaan tambang yang sahamnya sebagian besar dimiliki oleh negara Perancis itu.
Desa Lelilef Sawai dan Gemaf, Kabupaten Halmahera Tengah (Kalteng) adalah wilayah yang kaya akan sumber daya alam. Hal itu terbukti dengan masuknya sejumlah perusahaan dari dalam dan luar negeri yang melakukan eksplorasi tambang Nikel. Salah satunya adalah PT Weda Bay Nikel. Persoalannya, sekitar 195 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di dua desa tersebut merisaukan rencana perluasan eksplorasi perusahaan tambang yang sahamnya sebagian besar dimiliki oleh negara Perancis itu.
12:06
KONFLIK INDONESIA BELANDA Dan perjuangan bersenjata Mempertahankan kemerdekaan
Written By __CunG__ on Monday, 2 July 2012 | 12:06
1.1 Latar Belakang Konflik Indonesia – Belanda
Menyerahnya
Jepang kepada sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945 membawa hikmah yang
sangat besar kepada perkembangan bangsa Indonesia sebagai sebuah Negara
yanag berdaulat. “Vacuum of Power”, yaitu kekosongan kekuasaan yang
terjadi di Indonesia dapat dimanfaatkan oleh para “Founding fathers”
untuk memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 dan dilanjutkan dengan upaya melengkapi kelengkapan Negara melalui sidang PPKI
tanggal 18, 19 dan 22 Agustus 1945. Maka lengkap dan sah lah Indonesia
sebagai sebuah Negara berdaulat dengan nama Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
Berbagai
peristiwa telah terjadi di Indonesia setelah Soekarno Hatta
memproklamasikan kemerdekaan RI. Di daerah daerah muncul berbagai
peristiwa spontan dan heorik sebagai bentuk dukungan terhadap
proklamasi, seperti :
1) Surat Pernyataan Sri Sultan Hamengku Buwono IX (5 September 1945)
Berisi
tentang pernyataan resmi Sri Sultan Hamengku Buwono IX, bahwa Kraton
Ngayogyakarto Hadiningrat menyatakan diri bergabung dengan RI sebagai
daerah Istimewa.
“(Catatan Penting : bahwa
Keraton Yogyakarta tidak pernah dijajah oleh Hindia Belanda, sehingga
ketika Indonesia merdeka Yogyakarta adalah Negara/kerajaan mandiri.
Karena menurut perjanjian internasional tahun 1896 wilayah Indonesia
adalah Bekas Hindia Belanda)”.
Dengan pernyataan ini secara resmi Yogyakarta menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republic Indonesia.
2) Rapat Raksasa di Lap. Ikada (19 September 1945)
3) Insiden Bendera di Hotel Yamato (19 September 1945)
4) Pertempuran lima hari di Semarang
5) Dsb (materi ini dibahas di kelas 8)
Labels:
SEJARAH
15:14
Penghianatan Terhadap Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945
Written By __CunG__ on Sunday, 1 July 2012 | 15:14
Oleh : Cungkring UMJ
Pasal 33
(1)
Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
(2)
Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup
orang banyak dikuasai oleh negara.
(3)
Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara
dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.[1]
Pasal
33 UUD 1945 merupakan salah satu amanah Jiwa Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945
dalam mensejahterakan Rakyat Indonesia, yang termaktub dalam alinea ke 4 Pembukaan
Undang-Undang Dasar1945 Yaitu “untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan
kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial...... serta dengan mewujudkan
suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.[2]
12:49
Monopoli di Tubuh PLN
Warga negara Indonesia menganggap bahwa listrik
merupakan kebutuhan vital bagi kehidupannya sehari-hari. Setiap aktivitas yang
dilakukan oleh manusia tidak dapat terlepas dari listrik. Bahkan di desa
terpencil sekalipun saat ini sudah dapat menikmati fasilitas listrik. Namun
kini, Indonesia sedang mengalami krisis listrik. Listrik menjadi sesuatu yang
mahal dan langka disebabkan ketersediaannya yang sangat terbatas. Salah satu
faktor yang menjadi pemicu kelangkaan listrik ini adalah pertumbuhan akan
kebutuhan tenaga listrik yang semakin meningkat sementara tidak diimbangi oleh
usaha penyediaan tenaga listrik yang memadai.
PT. Perusahaan Listrik Negara Persero (PT. PLN)
merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki kewajiban untuk
menyediakan kebutuhan listrik di Indonesia. Namun faktanya, masih banyak kasus
di mana mereka malah justru merugikan masyarakat. Di satu sisi kegiatan monopoli mereka dimaksudkan untuk kepentingan
mayoritas masyarakat dan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat sesuai UUD 1945
Pasal 33, namun di sisi lain, tindakan PT. PLN ini justru belum atau bahkan
tidak menunjukkan kinerja yang baik dalam pemenuhan kebutuhan listrik
masyarakat[1].
12:36
Napak Tilas Perjalanan Sejarah Bangsa Yang Terlupakan
Written By __CunG__ on Saturday, 30 June 2012 | 12:36
Republik
Indonesia tidak lahir atas hadiah dengan karpet merah oleh Pemerintah Kerajaan
Belanda ataupun Sekutu. Tetapi berkat perjuangan rakyat Indonesia yang disertai
dengan pengorbanan jiwa, harta dan air mata.
Betapa hinanya mereka yang menodai
cita2 kemerdekaan bangsa Indonesia dengan korupsi, tindakan2 kekerasan dan
perpecahan yang bertentengan dengan UUD 45 dan Panca Sila.Dibawah
ini catatan sejarah selagi RI masih balita yang terus dilanda teror dan
serangan militer baik oleh Sekutu maupun Belanda yang tidak rela Indonesia
lepas dari genggamannya.
Kronologis
Sejarah Republik Indonesia 1945 – 1949
Labels:
PERJUANGAN,
SEJARAH
17:28
Perdjoeangan Kita - Sutan Sjahrir
Written By __CunG__ on Thursday, 28 June 2012 | 17:28
Keadaan setelah dua bulan
berdirinya Republik Indonesia dapat kita gambarkan sebagai berikut. Harapan dan
keinginan untuk turut serta akan dapat mempertahankan kemerdekaan kita, umum
ada pada segala lapisan bangsa kita. Belum pernah ditahun-tahun yang lalu
gerakan kemerdekaan memuncak seperti sekarang. Terutama pada pemuda tampak,
bahwa segenap jiwanya dipasangkan pada perjuangan kemerdekaan kita. Akan tetapi
lambat laun rakyat banyak didesa dan dikota yang memperhebat perjuangan kita.
Rakyat jelata turut tergolak kedalam gerakan kemerdekaan, didorong oleh
kegelisahannya yang disebabkan oleh suasana masyarakatnya. Bagi rakyat jelata
nyata, bahwa semboyan "merdeka" itu tidak saja berarti Negara
Indonesia yang berdaulat pun tidak pula saja bendera merah putih baginya
berarti simbol persatuan dan cita-citanya bangsa dan negara, akan tetapi
terutama kemerdekaan dirinya sendiri dari sewenang-wenang, dari kelaparan dan
kesengsaraan, dan merah-putih baginya terutama simbol perjuangan itu, yaitu
perjuangan kerakyatan.
Labels:
ARTIKEL
00:00
JALAN KERAKYATAN - Pemikiran Sjahrir Dalam Konteks Kekinian
Written By __CunG__ on Tuesday, 26 June 2012 | 00:00
Oleh Adie Marzuki
Tujuan Berdirinya Republik Indonesia
Tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini didirikan, yang secara resmi
dicantumkan dalam konstitusi Negara sebagai kontrak sosial institusi Negara
dengan seluruh entitas bangsa, adalah untuk membentuk suatu Pemerintahan yang
melindungi segenap rakyatnya, memajukan kesejahteraan rakyatnya, mencerdaskan
rakyatnya, serta mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat
negerinya. Dalam mencapai tujuan ini, telah disepakati dalam konstitusi
tersebut untuk menempuh sebuah jalan yang pada dasarnya bertumpu kepada konsep
Kedaulatan Rakyat, atau yang umum disebut dengan demokrasi. Baik dalam hal
politik maupun ekonomi, jalan yang disepakati para pendiri untuk ditempuh oleh
Negara adalah Kedaulatan Rakyat, atau demokrasi politik dan demokrasi ekonomi.
Ketika mendirikan Negara ini, semangat para pendiri adalah menumbuhkan
demokrasi berdasarkan ikatan solidaritas kolektif untuk merdeka dan keutamaan
partisipasi politik rakyat yang jauh dari sistem ekonomi kapitalisme. Semangat
Negara untuk berperan aktif, tidak saja dalam wilayah politik namun juga sosial
ekonomi untuk memenuhi hajat hidup warganegaranya.
Definisi demokrasi politik yang dijabarkan dalam konstitusi tersebut mengacu
kepada suatu sistem pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
Merujuk kepada definisi itu, makna dari demokrasi ekonomi adalah suatu sistem
ekonomi, dimana permasalahan produksi adalah diselenggarakan oleh rakyat dan
untuk rakyat, dan karenanya mengandung pengertian partisipasi dan pemerataan.
Secara umum, demokrasi ekonomi itu mencakup aspek akses terhadap sumber daya
ekonomi, aspek tingkat pendapatan masyarakat, dan aspek partisipasi kaum
pekerja dalam kegiatan ekonomi. Dengan mengacu kepada tujuan berdirinya Negara
Kesatuan ini, maka terdapat pengertian bahwa nama Republik Indonesia adalah
sebuah sebutan bagi pencapaian cita-cita kesejahteraan segenap rakyat
didalamnya, berdasarkan kedaulatan rakyat yang berkeadilan sosial.
Labels:
ARTIKEL
11:03
Proses Terjajahnya Kembali Indonesia Sejak Bulan November 1967
Written By __CunG__ on Wednesday, 20 June 2012 | 11:03
Keterjajahan Indonesia Semakin Jelas
Hari Ini dan pengaburan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai cita-cita dan
tujuan Indonesia Merdeka semakin nyata, pada dasarnya hal ini sudah menjadi
bahan pembicaraan dan pemikiran-pemikiran secara terbuka dan langsung dalam
seminar-seminar dan diskusi serta forum-forum kebangsaan baik dikampus maupun
diluar kampus dari tahun 2008 diantaranya artikel ini yang dikeluarkan pada
September 2008.
Oleh : Kwiek Kian Gie
14:02
Demokrasi Telah Melunturkan Semangat Jiwa Pembukaan UUD 1945
Written By __CunG__ on Sunday, 17 June 2012 | 14:02
Apakah istilah demokrasi ini sudah
tepat di implementasikan untuk kehidupan berbangsa dan bernegara di
Republik Indonesia? dalam pembukaan UUD’45 alenia ke-empat menyatakan
bahwa negara republik indonesia berkedaulatan rakyat yang berdasarkan
kepada pancasila. dimana dalam pancasila sila ke-empat menyatakan bahwa
kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah (ilmu) kebijaksanaan dalam
permusyawaratan (bangsa) / perwakilan (negara).
Indonesia menggunakan sistem
demokrasi yang pertama kali sejak tahun 1955, dengan menggunakan
UUDS’50 sebagai landasan konstitusionalnya. hal itu ditandai dengan
pelaksanaan proses pemilihan umum untuk yang pertama kalinya
diindonesia, pemilu ini bertujuan untuk membentuk dewan konstituante.
dewan ini kemudian bertugas merumuskan kembali undang-undang dasar,
untuk dijadikan sebagai landasan konstitusi negara yang baru
menggantikan UUD’45. namun mengalami kegagalan, mengapa demikian?
Labels:
HUKUM POLITIK
03:41
Jenderal Sepuh dan Jati Diri Bangsa
Written By __CunG__ on Sunday, 3 June 2012 | 03:41
Oleh : Buya Syafii Ma'arif
Saya tidak tahu mengapa Jenderal Sepuh angkatan Jenderal Rudini ini selalu saja mengontak saya, apakah itu untuk seminar atau saat ia mendapat buku dan informasi baru yang berkaitan dengan karakter manusia. Sebagai orang yang lebih muda dalam usia sekalipun sudah kepala tujuh, saya benar-benar merasa sangat diperhatikan oleh jenderal yang satu ini.
Perhatian itu tidak ada pertautannya dengan urusan duniawi, tetapi sepenuhnya menyangkut dunia ide: jati diri dan karakter bangsa. Jenderal Sepuh ini jika berjalan sudah pakai tongkat dan bahkan tidak jarang dipapah, tetapi ia adalah di antara sedikit elite Indonesia yang telah menghabiskan sebagian besar usianya untuk memikirkan bagaimana memulihkan jati diri dan karakter bangsa yang semakin tidak jelas saja.
Mungkin karena kimia perasaan dan gelombang pemikirannya sebangun dengan apa yang sering saya lontarkan tentang hari depan bangsa ini, maka Jenderal Sepuh ini sudah sejak sekitar tiga tahun ini membangun komunikasi intensif dengan saya.
Saya tidak tahu mengapa Jenderal Sepuh angkatan Jenderal Rudini ini selalu saja mengontak saya, apakah itu untuk seminar atau saat ia mendapat buku dan informasi baru yang berkaitan dengan karakter manusia. Sebagai orang yang lebih muda dalam usia sekalipun sudah kepala tujuh, saya benar-benar merasa sangat diperhatikan oleh jenderal yang satu ini.
Perhatian itu tidak ada pertautannya dengan urusan duniawi, tetapi sepenuhnya menyangkut dunia ide: jati diri dan karakter bangsa. Jenderal Sepuh ini jika berjalan sudah pakai tongkat dan bahkan tidak jarang dipapah, tetapi ia adalah di antara sedikit elite Indonesia yang telah menghabiskan sebagian besar usianya untuk memikirkan bagaimana memulihkan jati diri dan karakter bangsa yang semakin tidak jelas saja.
Mungkin karena kimia perasaan dan gelombang pemikirannya sebangun dengan apa yang sering saya lontarkan tentang hari depan bangsa ini, maka Jenderal Sepuh ini sudah sejak sekitar tiga tahun ini membangun komunikasi intensif dengan saya.
19:32
Ongkos Demokrasi
Written By __CunG__ on Saturday, 2 June 2012 | 19:32
Oleh : Buya Syafii Ma'arif
Kesulitan kita dengan era modern adalah kenyataan peradaban umat manusia sampai detik ini belum menemukan sistem yang lebih baik dan lebih unggul dari demokrasi. Sistem kerajaan yang adil sekalipun, misalnya, jelas tidak menempatkan warga negara biasa pada posisi yang sama dibandingkan dengan mereka yang punya darah biru. Hak kerajaan adalah hak warisan. Dalam kerajaan absolut, lembaga pemilihan umum (pemilu) tidak diperlukan, sebab prinsip egalitarian yang membuka pintu pada semua warga untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan penting sama sekali tidak dikenal.
Raja atau sebutan lain seperti kaisar, khalifah, amir, sultan, selalu berada di posisi puncak. Perkara mereka adil atau zalim tidak pernah dipermasalahkan secara terbuka. Darah biru menutup pintu rapat-rapat bagi rakyat untuk 'menyeberang' pagar dinastik itu. Dengan bergulirnya zaman, sistem kerajaan semakin ditinggalkan, digantikan bentuk republik dengan demokrasi sebagai sistem politik yang dipilih. Kerajaan pun punya berbagai bentuk. Ada yang konstitusional, ada yang absolut, dan ada pula bercorak gabungan dari keduanya. Tetapi dalam satu hal, semuanya pasti menempatkan darah biru sebagai faktor penentu untuk jabatan puncak.
Pergerakan nasional kita telah memilih demokrasi sejak awal dan menolak sistem kerajaan. Pilihan itu, menurut saya, sudah benar dan tepat. Tapi, dalam perjalanan bangsa kita pascaproklamasi selama 63 tahun, apakah demokrasi yang telah dipilih itu semakin membawa kita pada tujuan kemerdekaan? Inilah masalah serius yang sedang kita hadapi, mengapa pertanyaan ini menjadi sangat relevan dengan situasi kita.
Kesulitan kita dengan era modern adalah kenyataan peradaban umat manusia sampai detik ini belum menemukan sistem yang lebih baik dan lebih unggul dari demokrasi. Sistem kerajaan yang adil sekalipun, misalnya, jelas tidak menempatkan warga negara biasa pada posisi yang sama dibandingkan dengan mereka yang punya darah biru. Hak kerajaan adalah hak warisan. Dalam kerajaan absolut, lembaga pemilihan umum (pemilu) tidak diperlukan, sebab prinsip egalitarian yang membuka pintu pada semua warga untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan penting sama sekali tidak dikenal.
Raja atau sebutan lain seperti kaisar, khalifah, amir, sultan, selalu berada di posisi puncak. Perkara mereka adil atau zalim tidak pernah dipermasalahkan secara terbuka. Darah biru menutup pintu rapat-rapat bagi rakyat untuk 'menyeberang' pagar dinastik itu. Dengan bergulirnya zaman, sistem kerajaan semakin ditinggalkan, digantikan bentuk republik dengan demokrasi sebagai sistem politik yang dipilih. Kerajaan pun punya berbagai bentuk. Ada yang konstitusional, ada yang absolut, dan ada pula bercorak gabungan dari keduanya. Tetapi dalam satu hal, semuanya pasti menempatkan darah biru sebagai faktor penentu untuk jabatan puncak.
Pergerakan nasional kita telah memilih demokrasi sejak awal dan menolak sistem kerajaan. Pilihan itu, menurut saya, sudah benar dan tepat. Tapi, dalam perjalanan bangsa kita pascaproklamasi selama 63 tahun, apakah demokrasi yang telah dipilih itu semakin membawa kita pada tujuan kemerdekaan? Inilah masalah serius yang sedang kita hadapi, mengapa pertanyaan ini menjadi sangat relevan dengan situasi kita.
19:25
Jogjakarta , 3 Mei 2008
BERGELIMANG DALAM BUDAYA KUMUH
Oleh : Buya Syafii Ma'arif
Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, susunan J.S.
Badudu-Sutan Mohammad Zain (Jakarta: Pustaka Sinara Harapan, 1994), perkataan
“kumuh” mengandung tiga makna: 1. kotor; 2. kotor dan tidak teratur, tampak mesum;
3. keji. Untuk makna pertama, contoh kalimat yang diberikan adalah: “mukanya
kumuh benar, cucilah dulu”; kedua, “perkampungan yang kumuh”; ketiga, “kelakuan
keji yang dipertunjukkannya sungguh memuakkan.” Rasanya ketiga makna yang mirip
itu telah lama membebani kultur Indonesia modern, apakah itu dalam politik, ekonomi, sosial, dan moral.
Ke mana pun kita bergerak, budaya kumuh itu sangat dirasakan
dan terus dipergunjingkan orang dari desa sampai ke
kota . Di kedai-kedai kecil di perkampungan,
di atas pesawat, di hotel-hotel mewah, dalam simposium dan seminar, bahkan di
dangau-dangau sawah, kekumuhan itu tetap menjadi topik pembicaraan. Memang baru
pada tingkat “pembicaraan,” perbaikannya pasti memerlukan waktu lama, sampai
bangsa benar-benar menjadi bangsa siuman. Setidak-tidaknya, kita masih punya
warga yang muak dengan segala bentuk kekumuhan ini, sekalipun tidak tahu cara
bagaimana yang efektif untuk terlepas dari cengkeramnnya. Sungguh sulit sekali.
Diperlukan energi eksra dan stamina spiritual yng prima untuk melawannya.
Sekarang ini masih saja ramai dibicarakan tentang jaksa yang
tertangkap tangan saat menerima sogok, anggota DPR yang idem dito, kapolsek
yang “nyabu”, ujian yang bocor, si anu yang selingkuh dan tanpa rasa malu malah
digelar dalam acara tv, dan 1001 contoh kumuh yang tidak pernah kering untuk
diungkap. Kita sangat kaya dengan bermacam corak kekumuhan ini. Ketika KPK
hendak menggeledah ruang kerja anggota DPR, Bung Agung Laksono, ketua dewan,
tampil ke muka untuk melawannya. Bahkan ada anggota DPR yang mengusulkan agar
KPK dibubarkan saja karena dinilai sudah overacting. Tetapi tampaknya KPK tetap
saja bergerak tanpa menghiraukan perlawanan yang datang bertubi-tubi itu.
Sebagai salah seorang yang turut membidani lahirnya pimpinan KPK yang sekarang
ini, pesan saya tunggal: terus saja bergerak, tetapi jangan sampai tebang pilih.
Menegakkan hukum, riskonya memang besar: dicaci-maki, dimusuhi, bahkan tidak
mustahil dibunuh.
Dalam lingkungan budaya kotor, mesum, dan keji, kejahatan
merajalela, aparat penegak hukum seperti tidak berdaya, uang maha kuasa. Sudah
menjadi rahasia umum bahwa sebagian aparat penegak hukum itu telah pula bergelimang
dan larut dalam budaya kumuh itu dan bahkan bersahabat dengan penjahat, demi
uang. Oleh sebab itu anda jangan terlalu berharap masalah BLBI akan tuntas
dalam beberapa tahun ini, jika pimpinan negara tetap saja dalam keraguan untuk
bertindak, sementara sebagian aparat penegak hukum tidak bisa membebaskan
dirinya dari lingkungan yang keji dan kumuh itu. Pada dasa warsa pertama abad
ke-21, tingkat peradaban
Indonesia
memang baru sampai di situ.
Lalu, kepada siapa bangsa ini harus mengadu? Tidak kepada
siapa-siapa, kecuali kepada kekuatan moral yang masih tersisa dalam kultur
kita. Kita jangan tenggelam dalam keputusasaan. Orang baik masih ada di
mana-mana, sekalipun surga dan neraka juga
bertetanga. Inilah dunia Bung. Kita tidak bisa lari dari lingkungan yang serba
kusam itu. Usul fiqh mengajarkan tentang “akhaffu al-dhararain” (pilih yang
paling ringan daya rusaknya), pada saat kita dihadapkan kepada lingkungan
budaya yang busuk. Jelas tidak selalu mudah. Pada sebuah unit kerja misalnya,
seseorang yang masih berupaya bertahan dalam idealisme, bisa saja tersingkir,
disisihkan oleh penganut filosofi mumpungisme, jika tidak sekarang, kapan lagi.
Tokh sebagian wakil rakyat, sebagian aparat penegak hukum, jangan ditanya lagi pengusaha
hitam, telah lama bergelimang dalam kubangan yang keruh-pekat ini. Pamor sementara
kiyai pun sudah merosot drastis karena rebutan posisi kekuasaan. Sekali agama
dijadikan alat pembenar kekuasaan, risikonya hanya satu: kerusakan. Al-Qur’an
menggunakan istilah al-fasād fī al-ardh (kerusakan di muka bumi). Korupsi
adalah salah satu bentuk kerusakan yang terparah di
Indonesia . Yang rumit adalah bahwa
para perusak itu merasa berbuat baik dan dipercaya pula oleh sebagian orang
sebagai manusia baik. Mereka sepintas lalu seperti layaknya para dermawan,
semata-mata untuk menyembunyikan prilaku jahatnya. “Lā tufsidū fī al-ardh, qālū
innamā nahnu mushlihūn”/Janganlah kalian melakukan kerusakan di muka bumi,
jawab mereka: “Kami justru adalah orang-orang yang membangun perbaikan.” (Al-Baqarah: 11).
Saya yakin bahwa bangsa ini masih bisa dibenahi dengan
syarat agar orang-orang baik dan berani harus ke luar kandang dan terus
berteriak: hentikan kerusakan, hentikan kebinasaan. Jihad melawan kerusakan
adalah jihad sejati. Jangan biarkan bangsa ini menjadi puing peradaban!
(Untuk Gatra, minggu kedua Mei 2008)
17:19
Terimalah Panggilan Sejarah, Mahasiswa Pemuda Pemimpin Strategis Bangsa
Written By __CunG__ on Monday, 19 March 2012 | 17:19
Adalah merupakan hak dan kewajiban serta tanggungjawab setiap
warga Negara untuk berfikir bebas, menyatakan pendapat tanpa rasa
takut, memperjuangkan keadilan, kebenaran, dan kemanusian dimuka bumi
ini.
Tidak ada pantangan dan tekanan serta hambatan bagi setiap orang berpikir positif untuk bangsa dan negaranya.
Bangsa ini telah terbagi menjadi rakyat kecil dan rakyat besar Rakyat
kecil merupakan bagian “terbesar”, sedangkan rakyat besar merupakan
bagian “terkecil”.
Rakyat besar yang merupakan bagian
terkecil bangsa ini telah menikmati segala-galanya dari hasil pasca
kemerdekaan Indonesia antara lain dalam bentuk KKN penguasa-pengusaha
dan pengusaha-penguasa, Negara ini telah mereka robah menjadi
NEGARA-MAFIA-KKN.







